Cara Mengatasi Serangan Asma Ringan pada Balita 

Asma pada bayi dan anak cukup sering terjadi, dan tak jarang membuat panik orang tua lantaran serangan sesak napas yang muncul secara tiba-tiba. Tak jarang pada saat tidur malam, anak tiba-tiba terbangun, batuk atau bersin-bersin, lalu mengalami sesak napas. Kondisi ini kerap membuat orang tua harus membawa anak ke UGD atau klinik 24 jam terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Bila anak anda mengalami asma, sudah tentu perasaan was-was akan menghantui anda. Belum lagi bila anda mendengar komentar orang bahwa kalau sudah kena asma bakalan repot, ga bisa sembuh, anak ga boleh terlalu capek, ga boleh makan macem-macem, dll. Pendeknya masa depan suram deh. Apa memang separah itu? Mari kita mengenal asma lebih dekat agar bisa ‘bersahabat” dengannya.

Penyebab dan Gejala Asma pada Bayi dan Anak

Asma merupakan gangguan akibat proses radang pada saluran napas. Saluran napas menyempit hingga menimbulkan keluhan sesak. Asma bukan penyakit menular seperti radang paru-paru. Kebanyakan penyakit asma diturunkan meskipun tidak secara langsung.

Bakat alergi yang diturunkan bisa jadi memiliki manifestasi yang berbeda. Misal orang tua memiliki riwayat gangguan kulit akibat alergi makanan, bakat alergi pada anak muncul sebagai asma. Bakat ini umumnya menetap. Hal ini yang mendasari pendapat asma tak bisa disembuhkan. Namun jangan khawatir dengan penanganan yang tepat gejalanya dapat dicegah dan disembuhkan.

Gejala asma sangat bervariasi dari ringan sampai sedang, dari yang kambuh-kambuhan sampai yang muncul secara terus menerus (kronis). Asma yang ringan sampai sedang biasanya muncul secara bertahap, tapi serangan asma yang berat bisa muncul secara mendadak. Namun tak jarang dijumpai keluhan asma yang awalnya ringan, berkembang jadi asma yang sedang, dan memburuk menjadi serangan asma yang berat.

Gejala yang sering terjadi berupa bersin-bersin atau batuk yang berulang disertai keluhan sesak napas. Pada kasus asma yang sedang, kita dengan mudah dapat mendengar bunyi “ngik-ngik” saat anak bernapas. Pada serangan hebat, anak susah bernapas (napas tersengal-sengal), dada tampak sesak, bibir tampak pucat dan biru. Pada stadium ini, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan yang memadai. Bila tidak, serangan asma ini dapat mengancam jiwa anak.

Setelah mengetahui faktor alergi sebagai penyebab asma, sekarang kita perlu mengetahui hal-hal yang dapat memicu reaksi alerginya. Berikut faktor pencetus yang perlu anda cermati: asap rokok, obat nyamuk, kembang api, debu, kecoa, makanan (coklat dan soft drink), bulu binatang (kucing, burung, anjing), obat seperti aspirin, pergantian suhu yang drastis, bau yang tajam (parfum, minyak cat), gejolak emosi, juga infeksi virus pada saluran napas (influenza).

Tips Mengatasi Asma pada Bayi dan Anak

Anda dapat mencegah serangan dengan cara menghindari faktor pencetus asma. Ciptakan lingkungan yang bersih dan sehat yaitu tidak lembab, bebas debu, asap rokok dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Sediakan selalu obat-obat sesuai rekomendasi dokter, sehingga bila anak mulai batuk-batuk dapat segera diatasi tanpa menunggu serangan berkembang makin serius. Obat-obatan untuk asma dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:

Obat Pencegah Serangan Asma

Fungsi utamanya untuk memperkuat saluran napas. Biasanya perlu digunakan secara rutin walaupun tidak sedang kambuh.

Obat untuk Mengatasi Serangan

Fungsinya untuk mengencerkan lendir, meredakan batuk dan keluhan sesak napas. Asma perlu ditangani dengan baik agar tak mengganggu aktifitas anak. Anda tentunya ingin anak tetap ceria, penuh percaya diri, juga fisik dan kecerdasannya berkembang dengan normal. Anak dangan asma yang tak terkontrol dengan baik bisa minder, tampak ringkih, dan prestasinya bisa menurun.

Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda mengenai asma pada bayi dan anak.Ikuti berita terkini lainnya.